My Task

Softskill

 A. Ragam Bahasa
1.    Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.

2.   Jenis Ragam Bahasa
a)   Situasi Pemakai
1)      Formal
Bahasa resmi biasanya menggunakan tata bahasa yang baik (sesuai EYD), lugas, sopan, menggunakan bahasa yang baku, baik itu dalam bahasa lisan maupun tertulis. Sesuai dengan macamnya, bahasa ini biasa digunakan dalam acara-acara formal seperti pidato kenegaraan, rapat, di dalam undang-undang dan wacana teknis, atau pada saat berbicara kepada orang yang kita hormati. Contoh : Saya, Anda, Saudara, Bapak, Ibu dan Saudara.

2)     Semi Formal
Ragam semi formal memiliki keunikan tersendiri, karena berciri mengikuti kaidah dan aturan yang tetap. Tetapi hanya tidak secara konsisten dilakukan pada saat tujuan tertentu. Dalam hal ini sebagai contoh yaitu bahasa jurnalistik, dimana biasanya pembaca berita, membacakan beritanya tidak selalu dengan kata-kata yang baku, melainkan kadang di tengah-tengah kata-kata baku yang mereka ucapkan terselip kata-kata yang biasa kita gunakan untuk berbicara kepada seseorang dalam hal ini berbicara santai kepada lawan bicara kita dalam membahas topik yang tidak resmi. Contoh : Aku, Kamu, Bung, Mas, dan Mbak.

3)     Non Formal
Bahasa non formal tidak terikat dengan aturan apapun, karena bahasa yang digunakan adalah bahasa yang biasa digunakan sehari-hari. Ciri-ciri bahasa non formal biasanya digunakan oleh orang-orang yang sudah akrab, seperti antara teman dekat, antara orang tua dan anak, atau kepada kerabat dekat lainnya. Contoh : Gue, Ane, Lu, Neng dan Situ.

b)  Media
1)  Lisan
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi peresapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak  menunjukan cir-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dengan tulisan,  ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing adapun ciri dari keduanya:
Ciri-ciri ragam lisan:
-       Memerlukan orang kedua/teman bicara.
-      Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
-      Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
-      Berlangsung cepat
Contohnya :
1. “Sudah saya baca buku itu”
2. “Ayah bilang kita harus pulang”

2) Tulisan
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena itu, penggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.
Ciri-ciri ragam tulis:
-    Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
-    Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
-    Harus memperhatikan unsur gramatikal;
-    Berlangsung lambat;
-    Selalu memakai alat bantu;
-    Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
-    Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
Contohnya:
1. “Saya sudah membaca buku itu”
2. “
Ayah mengatakan bahwa kita harus pulang

B. Laras Bahasa
1.    Pengertian
Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya. Dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra, yang masih dapat dibagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya. Setiap laras memiliki cirinya sendiri dan memiliki gaya tersendiri.


Referensi :
https://vianisilv.wordpress.com/2014/10/13/laras-bahasa/

A. Pengertian
Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Namun, lebih jauh lagi bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi yang berupa lambang bunyi melalui alat ucap, dimana setiap suara yang dikeluarkannya memiliki arti

B. Aspek Bahasa 
Ada beberapa aspek bahasa, yaitu :
1. Aspek Fisik Bahasa 
             Aspek bahasa pada dasarnya mencakup tiga aspek. Pertama, bagaimana bunyi itu dihasilkan (aspek produksi). Kedua, bagaimana ciri-ciri bahasa yang diujarkan (aspek akustis). Ketiga, bagaimana bunyi bahasa itu dipahami melalui indra pendengaran (aspek persepsi bunyi bahasa). 
         Untuk menghasilkan bunyi bahasa yang benar, diperlukan alat bicara yang normal, keterampilan dan kemampuan organ alat bicara dalam melakukan artikulasi, serta kemampuan mengatur pernapasan. Perubahan proses produksi bunyi menghasilkan perubahan kualitas bunyi (aspek produksi). Sebagai akibat proses artikulasi yang berbeda pada bahasa-bahasa di dunia ini, bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan berbagai bahasa itu pun berbeda (aspek akustis). Indra pendengaran mampu menangkap dan memahami rangkaian bunyi vokal dan konsonan yang membentuk sebuah tuturan, cepet lambat tuturan, dan nada tuturan yang dihasilkan oleh seorang penutur (aspek persepsi bunyi suara).

2. Aspek Sosial Bahasa
        Bahasa mempunyai variasi dan memiliki ragam. Di dalam lingkungan masyarakat, ada bahasa yang digunakan dan memperlihatkan ciri keakraban atau keintiman. bahasa yang ditandai bentuk dan pilihan kata akrab seperti gue, loe. Berikut termasuk ke dalam ragam intim. Ragam berikutnya dikenal sebagai ragam konsultatif, yang merupakan ragam bahasa yang digunakan pada saat guru mengajar di kelas. Cirinya berbeda denga ragam formal atau resmi. Ragam lain adalah bahasa yang ditandai ujaran-ujaran baku dan beku sebagaimana yang terdengar dalam acara ritual dan upacara. 

C.  Fungsi Bahasa
1.    Ekspresi dalam Bahasa
     Fungsi  pertama  ini,  pernyataan  ekspresi  diri,  menyatakan  sesuatu yang  akan  disampaikan  oleh  penulis  atau  pembicara  sebagai eksistensi diri dengan maksud :
a.  Menarik perhatian orang lain (persuasif dan provokatif),
b.  Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi,
c.  Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik,
d.  Menunjukkan keberanian (convidence) penyampaikan ide.  
Fungsi  ekspresi  diri  itu  saling  terkait  dalam  aktifitas  dan  interaktif keseharian  individu,  prosesnya  berkembang  dari  masa  anak-anak, remaja, mahasiswa, dan dewasa.

2.   Komunikasi
Fungsi  komunikasi  merupakan  fungsi  bahasa  yang  kedua  setelah fungsi ekspresi diri. Maksudnya, komunikasi tidak akan terwujud tanpa dimulai dengan ekspresi diri. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi, yaitu komunikasi tidak akan sempurna jika ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain. Oleh karena itu,komunikasi tercapai dengan  baik  bila  ekspresi  berterima, dengan  kata  lain,  komunikasi berprasyarat pada ekspresi diri.

3.   Adaptasi dan Integrasi
Fungsi  peningkatan  (integrasi) dan  penyesuaian (adaptasi)  diri  dalam suatu  lingkungan  merupakan  kekhususan  dalam  bersosialisasi  baik dalam  lingkungan  sendiri  maupun  dalam  lingkungan baru.  Hal  itu menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan sebagai sarana mampu menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan (masyarakat). Dengan demikian, bahasa itu merupakan suatu kekuatan orang lain dalam integritas sosial. Korelasi melalui bahasa itu memanfaatkan aturan-aturan bahasa yang disepakati sehingga manusia berhasil membaurkan diri dan menyesuaikan diri sebagai anggota suatu masyarakat.

4.   Kontrol Sosial
Kontrol sosial sebagai fungsi bahasa bermaksud memengaruhi perilaku dan tindakan orang dalam masyarakat, sehingga seseorang itu terlibat dalam komunikasi dan dapat saling memahami. Perilaku dan tindakan itu berkembang ke arah positif dalam masyarakat. Hal positif itu terlihat melalui kontribusi dan masukan yang positif. Bahkan, kritikan yang tajam dapat diterima dengan hati yang lapang, jika kata-kata dan sikap baik memberikan kesan yang tulus tanpa prasangka.
Dengan  kontrol sosial,  bahasa  mempunyai  relasi  dengan  proses  sosial  suatu masyarakat  seperti  keahlian  bicara,  penerus  tradisi  atau  kebudayaan, pengindentifikasi  diri,  dan  penanam  rasa  keterlibatan  (sense  of belonging) pada masyarakat bahasanya.  

D. Fungsi Bahasa Indonesia
1.    Pemersatu Bangsa
Mengacu pada keragaman yang ada pada Indonesia dari suku, agama, ras, dan budaya, bahasa Indonesia dijadikan sebagai media yang dapat membuat kesemua elemen masyarakat yang beragam tersebut kedalam sebuah persatuan.

2.   Jati Diri
          Bahasa  Nasional  adalah  fungsi  jati  diri  Bangsa  Indonesia  bila berkomunikasi pada dunia luar  Indonesia.  Fungsi bahasa  nasional ini dirinci atas bagian berikut:
- Lambang kebanggaan kebangsaan Indonesia
- Identitas nasional dimata internasional
- Sarana  hubungan  antarwarga,  antardaerah,  dan  antar budaya, dan
- Pemersatu  lapisan  masyarakat:  sosial,  budaya,  suku bangsa, dan bahasa.

3.   Administrasi Kenegaraan
Kedudukan pertama dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dibuktikan dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu dipakailah bahasa Indonesia dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulis.

4.   Bahasa Baku untuk Pertemuan
          Bahasa  baku  (bahasa  standar)  merupakan  bahasa  yang digunakan  dalam  pertemuan  sangat  resmi.  Fungsi  bahasa  baku  itu berfungsi sebagai berikut:
- Pemersatu sosial, budaya, dan bahasa,
- Penanda kepribadian bersuara dan berkomunikasi,
- Penambah kewibawaan sebagai pejabat dan intelektual, 
- Penanda acuan ilmiah dan penuisan tulisan ilmiah.




Referensi :

CHARLES BABBAGE



Charles Babbage lahir di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Southwark, London, 26 Desember 1791 adalah seorang matematikawan dari Inggris yang pertama kali mengemukakan gagasan tentang komputer yang dapat diprogram. Sebagian dari mesin yang dikembangkannya kini dapat dilihat di Museum Sains London. Tahun 1991, dengan menggunakan rencana asli dari Babbage, sebuah mesin diferensial dikembangkan dan mesin ini dapat berfungsi secara sempurna, yang membuktikan bahwa gagasan Babbage tentang mesin ini memang dapat diimplementasikan. 

Kelebihannya dalam matematika sangat menonjol. Saat memasuki Trinity College di Cambridge tahun 1811, dia mendapati bahwa kemampuan matematikanya jauh lebih baik, bahkan daripada tutornya sendiri. Pada masa itu, perhitungan dengan menggunakan tabel matematika sering mengalami kesalahan. Babbage ingin mengembangkan cara melakukan perhitungan secara mekanik, sehingga dapat mengurangi kesalahan perhitungan yang sering dilakukan oleh manusia. Saat itu, Babbage mendapat inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang dikerjakan oleh Wilhelm Schickard, Blaise Pascal, dan Gottfried Leibniz. Gagasan awal tentang mesin Babbage ditulis dalam bentuk surat yang ditulisnya kepada Masyarakat Astronomi Kerajaan berjudul "Note on the application of machinery to the computation of astronomical and mathematical tables" ("catatan mengenai penerapan mesin bagi penghitungan tabel astronomis dan matematis") tertanggal 14 Juni 1822.

Sebelumnya, tahun 1821 Babbage menciptakan Difference Engine, sebuah mesin yang dapat menyusun Tabel Matematika. Saat melengkapi mesin tersebut di tahun 1832, Babbage mendapatkan ide tentang mesin yang lebih baik, yang akan mampu menyelesaikan tidak hanya satu jenis namun berbagai jenis operasi aritmatika. Mesin ini dinamakan Analytical Engine (1856), yang dimaksudkan sebagai mesin pemanipulasi simbol umum, serta mempunyai beberapa karakteristik dari komputer modern. Diantaranya adalah penggunaan punched card, sebuah unit memori untuk memasukkan angka, dan berbagai elemen dasar komputer lainnya. 

Karya Babbage kurang begitu terkenal, sampai saat dia bertemu dengan Ada, Countess of Lovelace, anak dari Lord Byron. Babbage mula-mula bertemu Ada di sebuah acara tanggal 6 Juni 1833. Sembilan tahun kemudian, Luigi Federico Manabrea (seorang insinyur dari Italia) menjelaskan cara kerja Analytical Engine. Karya ini kemudian diterjemahkan dan ditambahkan note oleh Ada Lovelace di tahun 1843. Mulai dari saat itu, orang mulai mengenal karya Charles Babbage.







Namun sayang, hanya sedikit sisa peninggalan dari prototipe mesin Difference Engine, dikarenakan kebutuhan mesin tersebut melebihi teknologi yang tersedia pada zaman itu. Dan walaupun pekerjaan Babbage dihargai oleh berbagai institusi sains, Pemerintah Inggris menghentikan sementara pendanaan untuk Difference Engine pada tahun 1832, dan akhirnya dihentikan seluruhnya tahun 1842. Demikian pula dengan Difference Engine yang hanya terwujudkan dalam rencana dan desain.

Tahun 1828 sampai 1839, Babbage medapat gelar the Lucasian chair of mathematics (gelar professor matematika paling bergengsi di dunia) dari Universitas Cambridge. Charles Babbage juga seorang ahli cryptanalysis yang berhasil memecahkan vigenere cipher (polyalphabet cipher). Kepandaiannya ini sebetulnya sudah dimilikinya sejak tahun 1854, setelah dia berhasil mengalahkan tantangan Thwaites untuk memecahkan ciphernya. Akan tetapi penemuannya ini tidak dia terbitkan sehingga baru ketahuan di abad 20 ketika para ahli memeriksa notes-notes (tulisan, catatan) Babbage.

Charles Babbage meninggal 18 Oktober 1871 pada umur 79 tahun, meninggalkan anak : Benjamin Herschel Babbage (1815), Charles Whitmore Babbage (1817), Georgiana Whitmore Babbage (1818), Edward Stewart Babbage (1819), Francis Moore Babbage (1821), Dugald Bromheald Babbage (1823), Henry Prevost Babbage (1824), Alexander Forbes Babbage (1827), Timothy grant Babbage (1829)

Sesudah meninggalnya, gagasannya yang begitu cemerlang nyaris dilupakan orang. [Komputer Pertama] Tahun 1937, tulisan Babbage menjadi perhatian Howard H. Aiken, sarjana tamatan Harvard. Aiken yang juga sedang mencoba menyelesaikan rancangan mesin komputer, tergerak oleh gagasan Babbage. Bekerjasama dengan IBM, Aiken sanggup membuat Mark I, komputer pertama untuk segala keperluan. Dua tahun sesudah Mark I dioperasikan (1946), kelompok insinyur dan penemu lain menyelesaikan ENIAC, mesin hitung elektronik pertama. Sejak itu, kemajuan teknologi komputer berkembang pesat. Mesin hitung punya pengaruh begitu besar di dunia, malahan akan menjadi lebih penting lagi di masa depan, sumbangan pikiran Babbage terhadap perkembangan komputer tidaklah lebih besar ketimbang Aiken atau ketimbang John Mauchly dan J.O. Eckert (tokoh utama dalam perancangan ENIAC).

Kata Mutiara : Kesalahan menggunakan data yang tidak memadai jauh lebih kecil dari mereka yang menggunakan tidak ada data sama sekali. (Charles Babbage)


Sumber :

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Apa sih pengambilan keputusan itu? Hmm.. menurut saya, pengambilan keputusan itu merupakan suatu hasil dari proses pemikiran dan pertimbangan yang dapat menentukan tindakan yang dilakukan seseorang.

Nah, disini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saat saya diharuskan untuk mengambil sebuah keputusan.

Seorang pelajar yang sudah lulus dari suatu sekolah, baik itu SD, SMP, ataupun SMA, pasti ingin sekali melanjutkan ke sekolah dengan akreditasi yang tinggi atau sering kita sebut sebagai sekolah unggulan..

Jujur, saya bukan orang yang suka memilih-milih dalam hal sekolah. Jadi sampai saat itu, saya belum sama sekali memikirkan mau masuk SMA mana. Tetapi, walaupun belum memikirkannya, mau tidak mau saya harus segera memikirkannya. Walaupun begitu, saya sempat ada sedikit keinginan untuk masuk SMA dengan akreditasi tinggi.

Suatu ketika, saat di rumah sedang membaca buku pelajaran, orang tua saya mulai bertanya ingin masuk SMA mana. Namun, berhubung belum memikirkannya, saya hanya menjawab “hmm.. bentar bu, lagi ngerjain tugas.”


Hari saat Ujian Nasional pun berlangsung. Setelah sebulan menunggu hasilnya, akhirnya nilai itu keluar juga dan saya sudah memutuskan untuk saya memilih untuk bersekolah di MAN (Madrasah Aliyah Negeri) 18 JAKARTA. Banyak teman-teman SMP saya yang bertanya, apa itu MAN?  Padahal letak MAN tidak begitu jauh dari sekolah SMP saya yang lama. Untuk masuk ke Madarasah tersebut, saya menjalani berbagai test, baik itu tes lisan, tulis, dan juga praktek sholat.. 

Perusahaan Multinasional
                                “PHILIPS”
Koninklijke Philips Electronics N.V. (Royal Dutch Philips Electronics Ltd.), biasa dikenal sebagai Philips, ialah salah satu produsen elektronik konsumen terbesar di dunia. Pada 2004, penjualannya sekitar  30,3juta dan mereka mempekerjakan 161.586 orang di lebih dari 60 negara. Philips diorganisasi dalam sejumlah divisi: Philips Consumer Electronics, Philips Semiconductors, Philips Lighting, Philips Medical Systems dan Philips Domestic Appliances and Personal Care. Tapi sayangnya tidak semua orang tahu kalau Philips ini berasal dari Belanda dan masih banyak yang mengidentikkannya sebagai pabrik lampu semata. Inilah sedikit ulasannya.

Gerard Philips

The Philips Company didirikan pada tahun 1891 oleh Gerard Philips. Didanai oleh ayahnya, Frederik—yang berprofesi sebagai seorang banker, Gerard memulai pembangunan pabrik kecilnya di kota Eindhoven dan memproduksi lampu karbon serta berbagai perangkat elektronik. Setelah melalui tahun-tahun pertama yang sulit, Gerard mengajak adiknya Anton untuk bergabung menyelamatkan Philips yang saat itu berada di jurang kebangkrutan. Walaupun berlatar pendidikan insinyur, Anton bekerja sebagai sales representative. Ia kemudian sukses menghasilkan ide-ide inovatif bagi perkembangan Philips hingga menjadi perusahaan elektronik multinasional paling disegani di Belanda.
Produk pertamanya ialah bola lampu dan alat elektronik lainnya. Pabrik pertamanya kini menjadi museum. Tidak hanya memproduksi lampu, Philips mulai memproduksi perangkat elektronik seperti alat cukur elektrik, radio, televisi tabung, tape, kaset, CD, dan sikat gigi elektrik. Karena derasnya kebutuhan akan perangkat rumah tangga elektronik dari seluruh dunia, pusat produksi dan head office Philips mulai berdiri di berbagai negara seperti di Amerika Serikat, Australia, China, India, Brazil, dan negara-negara lainnya termasuk Indonesia. Seiring inovasi yang dilakukan terus menerus, Philips mengklasifikasikan produknya menjadi 3 kategori, yaitu peralatan rumah tangga, lampu, dan peralatan kesehatan.

Peralatan Rumah Tangga
Dimulai dari vacuum cleaner sederhana, Philips kemudian memperkenalkan produk-produk yang mempermudah pekerjaan rumah tangga lainnya seperti alat cukur elektrik, radio dengan built-in loudspeakertape, dan stirling engine. Peralatan-peralatan elektronik sederhana tersebut lalu menjadi perintis penemuan perangkat elektronik rumah tangga lainnya, baik yang dikembangkan sendiri oleh Philips maupun oleh perusahaan lain. 

Lampu 
Sebagai produk pertama yang membuat namanya mendunia, Philips terus melakukan inovasi terhadap produk andalannya ini. Jika dulu Philips menjadi pionir dalam mengembangkan bulb lamp atau lampu pijar, kini Philips menjadi pelopor dalam produksi lampu LED (light-emitting diode) atau lampu hemat energi. Pada tahun 2011, Philips meraih hadiah 10 juta USD pada L-Prize competition yang diselenggarakan oleh US Department of Energy. Philips berhasil memproduksi lampu hemat energi dengan efisiensi terbaik untuk lampu standar 60 watt.

Tugu Surabaya

Pada April 2013, Philips bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk menerangi Tugu Pahlawan Surabaya dengan warna-warni lampu LED yang hemat energi hingga 80%. Dalam penerangan Tugu Surabaya ini, Pemkot Surabaya cukup mengeluarkan anggaran Rp9 juta/tahun untuk pemakaian 2.400 watt/tahun, berbeda dengan penggunaan lampu biasa atau HID yang sebelumnya menghabiskan 8.000 hingga 10.000 watt/tahun sehingga Pemkot bisa menghabiskan anggaran Rp36 juta/tahun.
Pada acara yang bertemakan Kota Terang Hemat Energi (KTHE) ini, Philips juga memperkenalkan lampu LED yang tahan hingga 15 tahun dan hemat energi sampai 85% untuk konsumen rumah tangga sebagai pengganti bohlam lampu sebelumnya/lampu pijar. 

Peralatan Kesehatan

Perkembangan di bidang kesehatan memacu Philips untuk mengembangkan alat-alat kesehatan mutakhir, baik untuk deteksi maupun pengobatan penyakit seperti mammogram dengan radiasi dosis rendah, ultrasonografi (USG), MRI, PET/CT, hingga mengembangkan teknik operasi tanpa sayatan. Teknologi tersebut sudah banyak diadaptasi oleh berbagai negara, diantaranya Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab. WHO pun memberi rekomendasi kepada Belanda untuk terus mengembangkan teknologi dan inovasinya dalam bidang kesehatan. 



Sumber :
http://my45travel.blogspot.com/2013/05/philips-dari-belanda-menerangi-dunia.html
http://bagusjefftesavenes.blogdetik.com/2011/08/11/ceo-philips-%E2%80%93-gerard-kleisterlee/

" SEJARAH PERKEMBANGAN KOMUNIKASI "


Pernahkah Anda bayangkan, apa jadinya jika sejarah perkembangan komunikasi sama sekali tidak pernah terjadi? Bagaimana caranya seseorang menyampaikan keinginannya terhadap sesuatu kepada orang lain jika keberadaan komunikasi tidak pernah hadir. Rasanya sulit sekali membayangkan hal tersebut bukan?

Untung saja, manusia sebagai mahluk sosial yang memiliki keunggulan akal dibanding mahluk tuhan lainnya memiliki cara pintar untuk saling memahami satu sama lain. Ya, komunikasi. Sejarah perkembangan komunikasi terus mengalami perubahan di setiap masa. Mulai zaman prasejarah hingga era modern seperti saat ini.

Di setiap zaman, manusia punya model komunikasi yang berbeda sesuai perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Untuk mempelajari sejarah perkembangan komunikasi, kita perlu tahu apa yang sudah dihasilkan manusia pada waktu itu. Sejarah perkembangan komunikasi sangat dipengaruhi oleh peradaban ilmu pengetahuan. Kemajuan teknologi informasi ataupun media-media komunikasi yang diciptakan manusia menjadikan komunikasi memiliki pola yang berbeda. Perbedaan pola itu bisa berupa efektivitas maupun efisiensi komunikasi.

Nah, ingin tahu bagaimana sejarah perkembangan komunikasi dari masa ke masa? Apa saja kemajuan komunikasi yang dimiliki suatu masa dibanding dengan masa sebelumnya? Berikut adalah uraiannya..

1. Sejarah Perkembangan Komunikasi - Komunikasi Manusia Prasejarah

Sejarah perkembangan komunikasi berawal dari zaman manusia pra sejarah. Ya. meskipun pada saat itu manusia belum mengenal tulisan, apalagi menemukan berbagai alat komunikasi yang super canggih seperti saat ini, namun komunikasi sudah terjalin. Lantas, bagaimana manusia prasejarah menjalin komunikasi antarsesama pada saat itu?

Manusia prasejarah adalah masa manusia belum bisa menciptakan tulisan. Ilmu pengetahuan dan teknologi masih bersifat natural dan manual. Natural artinya manusia masih sangat bergantung kepada alam untuk bertahan hidup. Sementara manual, berarti manusia masih menggunakan tenaga tubuh, baik tenaga hewan maupun manusia, untuk menghasilkan sesuatu.

Untuk berhubungan atau berkomunikasi dengan manusia lainnya, mereka menggunakan simbol-simbol, gambar, gerak tubuh, isyarat, suara teriakan, dan cara manual lainnya. Contohnya, bila terjadi suatu bahaya, untuk memberitahukan kepada manusia lain dilakukan dengan teriakan. Teriakan itu dilakukan secara bersambung dari satu manusia diteruskan oleh manusia lain yang berada di tempat lain. Cara-cara tersebut merupakan awal mula lahirnya sejarah komunikasi dalam kehidupan manusia.

Sejarah perkembangan komunikasi pada zaman prasejarah tidak hanya melalui simbol-simbol saja. Media komunikasi melalui patung pun dapat terlihat pada masa kebudayaan Paleolitik muda. Paleotik muda memiliki empat periode kebudayaan, yaitu Aurignacian, Gravettian, Solutrean, dan Magdalena. Pada masa Aurignacian, belum ditemukan gambar atau lukisan di gua. Namun, pada masa ini, sudah ditemukan manik-manik kecil dari gading, patung-patung hewan dan manusia yang dikuir pada sebuah gading.

2. Sejarah Perkembangan Komunikasi - Retorika Komunikasi Yunani Kuno

Sejarah perkembangan komunikasi tidak terhenti pada zaman prasejarah saja. Zaman Yunani kuno pun memiliki cerita tersendiri mengenai sejarah perkembangan komunikasi dari masa ke masa. Ya, perkembangan komunikasi selalu dikaitkan dengan peggunaan retorika di zaman Yunani. Pada masa inilah, komunikasi digunakan sebagai alat persuasif menggunakan teknik retorika. Ada yang mencatat bahwa sebenarnya penggunaan retorika telah ada sejak zaman kebudayaan Mesir Kuno. Tokoh yang menggunakannya adalah Kagemi dan Ptah-Hotep.

Akan tetapi, pada masa Yunani Kunolah, tradisi retorika menjadi suatu yang sistematis dan terorganisasi. Dengan kata lain sejarah mencatat bahwa sejarah perkembangan komunikasi dengan tradisi retorika berasal dari kebudayaan Yunani Kuno. Kata retorika sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu rhetor,  yang artinya 'orator' atau bisa juga 'teacher'. Retorika adalah suatu teknik komunikasi untuk membujuk atau merayu secara persuasif untuk menghasilkan bujukan melalui karakter pembicara, emosional ataupun logo.

Berdasarkan sejarah perkembangan komunikasi yang tersurat, penggagas komunikasi retorika zaman Yunani kuno adalah seorang pemikir atau filosof bernama Aristoteles. Menurut Aristoteles, retorika mencakup tiga unsur, yaitu ethos (kredibilitas komunikator), pathos (hal yang menyangkut emosi atau perasaan), dan logos (hal yang menyangkut fakta). Pokok-pokok pemikiran Aristoteles mengenai retorika dikembangan oleh Cicero dan Quintilian yang menyusun aturan retorika menjadi lima unsur.

3. Sejarah Perkembangan Komunikasi - Komunikasi Sebagai Ilmu di Abad Pertengahan

Berhentikah perkembangan komunikasi setelah eranya Aristoteles, Cicero, dan Quintilian? Tentu saja tidak. Sejarah perkembangan komunikasi masih memiliki cerita tersendiri di abad pertengahan. Bahkan, ada hal yang jauh lebih menarik yang terjadi dengan perkembangan komunikasi di abad pertengahan ini.

Ya, pada abad pertengahanlah komunikasi untuk pertama kalinya dikembangkan sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan mulai berkembang pada era ini. Tak hanya itu, penemuan mutakhir yang sangat mempengaruhi sejarah perkembangan komunikasi manusia pada abad pertengahan adalah ditemukannya telepon, telegrap, radio, dan televisi.

Berbagai ilmu komunikasi mulai dibahas dan dikembangan. Akibat munculnya teknologi-teknologi mutakhir, dipelajarilah penggunaan komunikasi dengan teknologi tersebut. Ahli komunikasi mulai membuat teori-teori berkenaan dengan komunikasi. Misalnya, bagaimana mempelajari keterampilan berkomunikasi, dan strategi komunikasi instruksional.

Ya, sejarah perkembangan komunikasi pada abad pertengahan seolah mendapatkan tempat yang sudah seharusnya ditempati. Tempat tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat. Komunikasi adalah awal tercipta dan terjalinnya suatu hubungan baik antara satu manusiadengan manusia lainnya, antara satu negara dengan negara lainnya, dan hubungan lain yang jauh lebih bermanfaat lainnya.

4. Sejarah Perkembangan Komunikasi - Kemajuan Komunikasi Era Modern

Seperti yang sudah disinggung di atas, sejarah perkembangan komunikasi tidak akan pernah bisa dilepaskan dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih dari masa ke masa. Sejak 1960an hingga sekarang, teknologi semakin berkembang pesat. Berbagai media komunikasi yang canggih diciptakan oleh manusia. Penemuan media-media digital menjadikan segala aktivitas berjalan semakin efektif dan efisien. Rogers (1986) berpendapat bahwa sejak 1950, perkembangan studi komunikasi sebagai suatu disiplin telah memasuki periode take off (tinggal landas).

Sejarah perkembangan komuniukasi mencapai puncak kejayaannya pada era modern saat ini. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, seperti diciptakannya komputer, laptop, handphone, menjadikan komunikasi memiliki pola yang berbeda. Komunikasi bisa dilakukan lebih efisien dan efektif. Selain itu, pola komunikasi yang terjadi saat ini mempengaruhi nilai-nilai sosial yang ada.

Ada satu pendapat yang harus dicermati bahwa sejarah perkembangan komunikasi era Yunani Kuno atau retorika terputus sampai abad ke-19. Alasanya adalah dari zaman Yunani Kuno hingga abad ke-19 (era pertengahan) punya rentang waktu yang cukup jauh, yaitu sekitar 1400 tahun. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pada abad pertengahan, aktivitas retorika masih dilakukan pada zaman pertengahan, yaitu dengan merebaknya penyebaran agama oleh para Nabi dan pesyiar agama. Selain itu, fenomena komunikasi berkembang dan tercatat kembali saat ditemukan mesin cetak oleh Gutenberg pada 1457. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa mata rantai sejarah perkembangan komunikasi tidak pernah mengalami masa vakum ataupun terputus.


Mungkin, Anda semua bisa jadi saksi mengenai sejarah perkembangankomunikasi dari masa ke masa, terlebih pada era modern ini, di mana Anda adalah para pelaku dan penikmat perkembangan komunikasi tersebut. Bagaimana mudahnya seseorang menjalin komunikasi dengan orang lain di era ini. Jarak bukanlah halangan untuk menjalin komunikasi di era modern.